large image
Bappeda Menggelar Pelatihan Petugas Entry Mekanisme Pemutakhiran Mandiri Data Penduduk Miskin
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-05-21 -|- 11:48:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

Penurunan tingkat kemiskinan merupakan salah satu target pembangunan dalam RPJMD, yang ditunjukkan dengan menurunnya persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal itu dilakukan melalui berbagai program penanggulangan kemiskinan di berbagai sektor secara terpadu, dengan sasaran/penerima program mengacu kepada database penduduk miskin (Rumah tangga sasaran) yang dikelola oleh dinas sosial Kota Cilegon.


Sebagaimana diketahui, bahwa database RTS tersebut berasal dari Pendataan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (PPLS) yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPN2K) melalui BPS di tahun 2015 yang dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.


Idealnya pemerintah pusat melakukan pemutakhiran data tersebut dengan periode 3 tahun sekali. Namun saat ini pemutakhiran tersebut dilakukan oleh daerah secara mandiri. Untuk konteks Provinsi Banten, pemutakhiran tersebut dibiayai oleh pemerintah provinsi melalui alokasi bantuan keuangan tahun 2018 melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) data penduduk miskin.


Maka, tim kota melalui supervisi dari TNP2K  dan BPS mengadakan pelatihan untuk para petugas pelaksana, yang khusus pada pelatihan ini adalah petugas pendaftar dan petugas verifikasi. Acara ini dilaksanan di SMA Al-Ishlah, Senin-Rabu (14-16 Mei 2018). Kepala Bappeda, Ratu Ati Marliati membuka acara ini didampingi oleh Achmad Jubaedi selaku Kepala Dinas Kominfo Kota Cilegon.


Adapun Tujuan MPM ini adalah untuk memfasilitasi penduduk miskin dan kurang mampu agar mendaftarkan diri secara aktif, memverifikasi secara objektif pendaftar yang mengalamai perubahan atau pendaftar baru yang belum terdaftar dalam database, serta mengirim data hasil verifikasi kepada TNP2K untuk diolah serta didaftarkan ke dalam data terpadu.


Sebagai tahapan pelaksanaan tersebut adalah menyiapkan petugas pelaksana, baik petugas pendaftar, petugas verifikasi (pencacah dan pengawas lapangan) serta petugas entry,  yang tentunya harus menguasai teknis pelaksanaanya. Menurut Ratu Ati Marliati, salah satu kunci kesuksesan ini berada pada operator data entry ini.  “Kunci keberhasilan program penanggulangan kemiskinan. Dan data yang baik sangat ditentukan oleh proses pendataan yang benar, dari mulai dari proses perencanaan, pencacahan, penginputan hingga ke pengolahan data”, Ati menjelaskan.


Maka program ini menekan seluruh peserta untuk serius mengikuti program pelatihan hingga selesai, serta menjaga amanat untuk melakukan pendataan secara bertanggung jawab. Sumbangsih mereka melalui kegiatan ini akan mendorong terhadap peningkatan program penanggulangan kemiskinan secara lebih efektif, yang pada akhirnya akan mempercepat pencapaian kesejahteraan di Kota Cilegon.


 



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA