large image
Bappeda Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2019
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-02-19 -|- 02:48:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

CILEGON (Bappeda) - Tingginya jumlah pengangguran serta kemiskinan berdasarkan hasil data Badan Pusat Statistik Tahun 2017 menjadi sorotan sejumlah LSM dan Tokoh Masyarakat dalam kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon. Kegiatan yang dibuka oleh Sekertaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati ini dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, BUMD, dan hadir juga pihak perusahaan swasta di Aula Bappeda, Rabu (7/2/2018). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat Rumah Hijau (NGO) Supriyadi menyayangkan tingginya pengangguran di Kota Cilegon, mengingat Cilegon banyak sekali industri.


“Ada yang salah dalam penerapan sistem, untuk itu kami meminta kepada Pemkot Cilegon agar mengurangi tingginya angka pengangguran dengan melibatkan seluruh stakeholder, apakah melalui aturan atau kebijakan yang pro rakyat,”katanya.


Pengangguran yang tinggi, lanjut Supriyadi berdampak pada tingginya angka kemiskinan, karena dua permasalahan tersebut satu sama lain saling terkait. Padahal, Pemkot Cilegon punya lembaga CCSR yang memiliki wewenang dalam penyaluran dan pengaturan dana social yang dihimpun oleh industri.


“Pemkot Cilegon dalam angka dibanding Kab/Kota lain memang sudah bagus, namun kami masih melihat angka-angka tersebut terlalu tinggi. Saya kira memang harus ada terobosan dan inovasi yang kreatif,”ujarnya.


Kepala Bappeda Cilegon Ati Marliati usai mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, upaya menekan pengangguran terus dilakukan dan sudah cukup banyak. Namun pengangguran juga berpengaruh di Nasional dan di Provinsi.


“Kami menganalisa itu sederhana, mungkin kebutuhan di industri belum benar-benar match dengan SDM yang ada. Harusnya nanti kami akan mencoba nanti diindustry dindik, disnaker dan BLK duduk bersama untuk membahas kebutuhan industri apa saja yang dibutuhkan, sehingga pada saat nanti naker ini akan turun, mempunya skill yang luar biasa,”tuturnya. Saat ini, lanjut mantan Kepala Dindik tersebut , Pemkot Cilegon memproduksi SDM yang luar biasa. Tetapi tiba-tiba yang dibutuhkan oleh industri tidak seperti itu.


“Kalau kebutuhan industri kita tidak bisa meraba apa yang dibutuhkan. Contohnya yang dipersiapkan sdm adalah A, namun industri membutuhkan B. Dan industri juga memberikan ruang untuk duduk bersama, baru kami bicarakan apa saja kebutuhan industri terutama dalam bidang pendidikan, artinya dalam forum konsultasi publik ini kami mencoba menampung aspirasi masyarakat yang kami undang,”ucapnya.


 



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA